SISTEM GOGORANCAH YANG DITERAPKAN DI NUSA TENGGARA BARAT BAGIAN SELATAN

SISTEM GOGORANCAH YANG DITERAPKAN DI NUSA TENGGARA BARAT  BAGIAN SELATAN

“Oleh Huswatil Hasanah Mahasiswi Fakultas Ekonomi Program Studi Ekonomi islam Universitas Nahdlatul Ulama NTB”

 

 

Madanilomboktv.com|GORA (GOGORANCAH) Merupakan sistem atau cara petani untuk mengatasi ancaman kekeringan pada lahan sawah tadah hujan, khususnya di wilayah lombok tengah bagian selatan. Dengan sistem bertanam pada gogorancah, sistem ini berarti bercocok tanam padi di sawah pada musim hujan dengan menerapkan gabungan antara sistem gogo dan padi sawah.
Padi gogorancah, banyak ditanam oleh para petani di daerah Nusa tenggara bagian selatan yang musim penghujannya sangat pendek. Untuk itu, para petani mengolah lahan dengan cara dicongkel menggunakan linggis /garpu pada musim kemarau. Bongkahan tanah yang tercongkel itu kemudian dihancurkan dengan cangkul, lalu kemudian tanah tersebut diratakan menggunakan cangkul/ garu.
Saat hujan turun pertama, petani langsung menugal dan menanam benih, seperti halnya pada penanaman padi di ladang. Setelah hujan turun beberapa kali dan tanah menjadi lunak, petani akan membuat pematang dan saluran air. Sekitar 1 bulan kemudian, hujan akan turun dengan optimal. Pada saat itulah tanaman padi sangat membutuhkan air, karena pematang dan saluran air sudah siap, maka sawah pun tergenangi dengan sempurna. Sejak itu, padi dipelihara seperti halnya padi disawah biasa. Dua bulan kemudian, hujan sudah akan berhenti pada saat itu, lahan sawah memang memerlukan pengeringan untuk mempercepat pemasakan bulir padi dan mengurangi kadar air pada gabah.

Kelebihan sistem tanam gogorancah dibanding sistem sawah diantaranya adalah penghematan tenaga kerja tanam, penghematan tenaga kerja pemeliharaan dan tentunya lebih mengemat waktu.
Adapun kekurangan cara tanam gogorancah adalah produksi yang dihasilkan tidak sebesar dengan sistem tanah sawah.
Penyiapan lahan: Tanah diolah pada kondisi kering sebelum musim hujan. Untuk peningkatan produktivitas tanah perlu diberi bahan organik(pupuk hijau, pupuk kandang, kompos) Pengolahan tanah dapat dilakukan secara olah tanah sempurna (OTS), Olah tanah minimum(OTM) dan atau tanpa olah tanah(TOT).
Penggunaan pupuk: Merupakan salah satu program intensifikasi pertanian. Beberapa teknologi pemupukan dilakukan sebagai usaha peningkatan produksi baik melalui pupuk anorganik maupuk pupuk organik.
Penanaman: Waktu tanam secara tepat dengan memperhitungkan hujan. Karena akan menentukan keberhasilan padi gogorancah. Penanaman dilakukan dengan cara tugal(4-5) biji perlubang.
Benih yang dibutuhkan adalah 40-60 kg/ha untuk monokultur, jarak tanam 20×20 cm atau 25×25 cm pada lokasi baru yang banyak terdapat ulat grayek ,uret, dan lalat. Bibit benih perlu dicampur dengan insektisida butiran furadan /Dharmafur dengan takaran 2 kg/20kg benih.
Panen: Dilakukan sebaiknya pada fase masak panen dengan ciri bila 90% gabah sudah menguning, panen pada fase masak lewat panen, yaitu saat jerami mulai mengering, pangkal mulai patah, dapat mengakibatkan banyak gabah rontok, saat panen sebaiknya menggunakan sabit bergerigi dan menggunakan perontok. Perontok dengan memukul-mukul menggunakan papan sebaiknya dihindari, karena menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar sampai 34%.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *