Kain Tenun Songket Sasak

Kain Tenun Songket Sasak

” Oleh Endi Arianto,Mahasiswa Fakultas Ekonomi program studi Ekonomi islam Universitas Nahdkatul Ulama”

 

 

 Madanitvlombok.com|Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara. Sebagai Negara Kepulauan Terbesar di dunia, Indonesia memiliki beragam budaya, ras, agama, suku dan tradisi yang di wariskan oleh nenek moyang. Dalam hal ini Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat terus mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya masing – masing daerah, termasuk Lombok. Pulau yang dijuluki dengan Seribu Masjid ini memiliki desa adat yang terkenal dengan kerajinan tenunnya, dengan kualitas yang tak diragukan lagi serta selalu menjadi incaran para wisatawan domestik dan mancanegara. Desa Sukarara yang berada di Kecamatan Jongggat Kabupaten Lombok Tengah ini menjadi salah satu desa adat pengrajin kain tenun terbesar di Indonesia.
Mayoritas penduduk Desa Sukarara berprofesi sebagai petani dan peternak, akan tetapi jika dilihat dari segi budaya Desa ini memiliki berbagai macam kearifan lokal salah satunya yaitu kerajinan tenun songket, hal ini dapat di lihat dari sepanjang jalan desa banyak artshop yang menjual kain tenun dari desa setempat dan desa disekitarnya. Bahan dasar yang bersifat alami dan tidak melalui proses kimiawi dalam pembuatan kain tenun membuat harga relative lebih mahal. Tradisi tenun (sensek) sudah dilakukan sejak zaman kerajaan Selaparang yang kemudian diturunkan dari generasi kegenerasi dan masih eksis hingga kini.
Tradisi menenun (nyensek) umumnya dilakukan / dikerjakan oleh kaum wanita yang dimana mewajibkan para kaum wanita menjadi ahli tenun biasanya yang pertama memulai adalah para ibu – ibu yang sudah berpengalaman kemudian dilanjutkan oleh para pemudi, salah satu keunikan dari tradisi ini juga cukup unik dimana jika para wanita belum bisa menenun maka sudah dipastikan akan sulit mendapatkan jodoh. karena jika kaum wanita sudah bisa menenun (nyensek) maka wanita terebut sudah dikatakan dewasa dan hasil tenun yang dibuatnya nantinya akan diberikan kepada sang calon suami. Maka tak heran jika hal itu juga yang membuat Desa Sukarara menjadi penghasil komoditi Tenun Songket Sasak terbesar di Lombok bahkan saat ini sudah merambah kancah Internasional.

Hasil Tenun Songket Sasak yang dihasilkan memilki berbagai macam jenis dan motif, yang banyak dikenal adalah jenis Keker Bintang, Cemare, Subahanale, Ragi Genep, Kembang Komak, dan lain – lain. jenis benang yang digunakan adalah Benang Katak yang dibuat dari kapas yang dipintal dari alat pintal sederhana terbuat dari kayu di sebut Arah, akan tetapi seiring berkembangnya zaman para pengrajin tenun ini kemudian membeli Benang impor yang sudah jadi. Alat tenun yang digunakan juga masih tradisional dan manual tentunya terbuat dari kayu yang terdiri dari Batang, Jajak, Belide, dan Suri.
Proses Tenun Songket Sasak membutuhkan waktu antara dua minggu hingga satu bulan dikarenakan pengerjaan dengan kesulitan dan tingkat ketelitian yang tinggi. Itulah mengapa hasil Tenun songket Sasak ini memiliki nilai yang tinggi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Semakin rumit motif yang di gunakan serta semakin lama proses pembuatannya, tentu membuat hargnya semakin mahal, dan menjadikannya sebagai pasive income (pendapaatan sampingan) bahkan dijadikan sebagai fix income bagi warga setempat.
Akan tetapi semenjak Virus Corona melanda dunia bahkan tak terkecuali Indonesia, serta pemerintah telah memberikan himbau kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah serta selalu menjaga jarak. Hal ini sangat berdampak pada bidang ekonomi diberbagai sektor juga turut berdampak bagi para pengrajin tenun Songket Sasak. Dapat terlihat dari sepinya wisatawan yang datang berlibur ke Pulau Lombok serta sepinya pengunjung yang mendatangi desa adat ini, hal ini sangat berdampak bagi pengrajin tenun di desa sukarara. Sebelum Virus Corona melanda tanah air, desa adat ini selalu ramai dengan pengunjung mulai dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *