PERTAHANKAN TRADISI GOTONG ROYONG WARGA DUSUN LENDEK

murni, Mahasiswi fakultas ekonomi,Program study ekonomi islam Universitas nahdlatul ulama Nusa Tenggara Barat

Oleh: murni

Mahasisiwi Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat Fakultas Ekonomi,Prodi Ekonomi islam

 

 

Madanitvlombok.com| Salah satu efek globalisasi adalah terjadinya penurunan rasa solidaritas dalam kehidupan masyarakat. Untuk membangkitkan kembali rasa solidaritas masyarakat, perlu digali kembali nilai-nilai yang berhubungan dengan kebersamaan, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan gotong-royong. Kegiatan gotong-royong tersebut dapat dijumpai dalam kehidupan terutama di masyarakat pedesaan.
Tradisi gotong royong yang sangat baik ini kini sudah mulai terlihat memudar, terlebih lagi di kota-kota besar. Hal ini karena masyarakat yang ada di sana lebih mengejar kebutuhan pribadinya masing-masing sehingga yang timbul adalah sifat egoisme, selain itu dengan nama privasi setiap orang berusaha menjaga jarak dengan yang lainnya sehingga tidak jarang seorang tetangga tidak tahu dengan tetangga yang dekat.
Warga dusun Lendek, Desa Mangkung, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, bergotong royong perbaiki jalan desa, (Selasa 8 September 2020).
Kegiatan gotong royong perbaiki jalan merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dalam kegiatan tersebut semua warga ikut andil dalam perbaikan jalan.
Warga sangat antusias sekali karena kegiatan perbaikan jalan untuk kepentingan lingkungannya. Karena pembangunan jalan ini sudah lama diinginkan masyarakat.
Pembangunan jalan menggunakan rabat beton sepanjang 100 meter lebih dengan lebar 2.5 meter itu, menggunakan dana desa mencapai 95 juta.
Dengan menggunakan alat-alat yang sederhana, masyarakat dusun Lendek bahu-membahu bergotong-royong membangun badan jalan.
Mawar selaku ketua panitia mengatakan, tradisi gotong-royong masyarakat di Dusun Lendek sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Kebiasaan masyarakat dalam melaksanakan gotong-royong tersebut terlahir dari kesadaran masing-masing. Hanya saja, pada kegiatan pembangunan jalan, masyarakat berpartisipasi dalam bentuk tenaga.
Ayun warga Dusun Lendek juga menjelaskan, bentuk partisipasi masyarakat Yaitu bisa melalui partisipasi dalam bentuk uang atau barang, dalam bentuk tenaga, maupun melaui gagasan atau pendapat.
‘‘Sehingga bentuk partisipasi bukan hanya uang atau barang saja. Akan tetapi ide maupun gagasan dan tenaga juga bisa.’’ Pintanya

Warga

Nilai Positif Gotong Royong
Gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. Dengan gotong royong, masyarakat mau bekerja secara bersama-sama untuk membantu orang lain atau untuk membangun fasilitas-fasilitas yang bisa dimanfaatkan bersama.
Bentuk Partisipasi dan kerjasama dalam gotong-royong masyarakat merupakan titik penentu dalam melaksanakan program pembangunan. Sehingga, sampai kapanpun gotong-royong masyarakat harus tetap dilaksanakan sehingga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan tetap menjaga silaturahmi antara masyarakat.
Dengan tumbuhnya rasa persatuan maka sikap nasionalisme masyarakat secara perlahan-lahan dapat lebih meningkat dalam kebersamaan. Dan dalam pelaksanaan pembangunan ini, desa merupakan mata rantai yang paling bawah dan langsung berhadapan dengan masyarakat itu sendiri.
Semakin banyak orang yang terlibat dalam usaha membangun atau membersihkan suatu lingkungan, maka akan semakin ringan pekerjaan dari masing-masing individu yang terlibat di dalamnya. Selain meringankan pekerjaan yang harus ditanggung oleh masing-masing individu, gotong royong juga membuat sebuah pekerjaan menjadi lebih cepat untuk diselesaikan. Artinya, gotong royong dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *